Kitab Paradigma Hikmah Lima

Konsep Dasar Penyebaran Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin

Posted by: Moeflich on: December 5, 2007

Islam yang “rahmatan lil ’alamin” (menjadi rahmat bagi seluruh alam) sering disebut-sebut, menjadi kebanggaan dan sebagai salah satu ciri keagungan agama Islam. Sejauh ini, konsep itu baru hanya diartikan bahwa Islam membawa kebaikan, rahmat dan keselamatan bagi lingkungannya. Belum ada penjabaran bagaimana konsep operasionalnya atau konkretnya bahwa Islam itu rahmat bagi seluruh alam. Uraian di bawah ini adalah tuntunan memahami pengertian “rahmatan lil ‘alamin” itu dalam wujudnya yang jelas dan terukur sehingga bisa dijadikan pedoman dalam mengembangkan dan menyebarkan Islam yang penuh rahmat itu. Bagaimana ciri Islam sebagai ‘rahmatan lil a’alamin itu?” inilah jawabannya.

 

1. Orang Lain Ikut Menikmatinya
Pertama, orang lain ikut menikmatinya. Penyebaran Islam yang orang lain atau golongan lain ikut menikmatinya. Menikmati apa? Menikmati kebenarannya dan kebaikannya walau pun mereka bukan Muslim atau tanpa golongan lain tersebut tidak memeluk Islam. Mereka merasakan Islam itu benar dan baik dari aspek ajaran dan juga dari sikap atau perilaku pengikutnya yang santun, simpatik, hormat, saling tolong-menolong, toleran, saling bela, saling melindungi dan sebagainya. Golongan lain merasakan ketenangan berada di lingkungan Muslim. Mereka juga ikut menikmati kondisi, situasi, sistem sosial, lingkungan masyarakat yang dibangun dan diciptakan kaum Muslimin. Atau golongan lain juga ikut menikmati dampak atau hasil yang dicapai umat Islam yang mendorong kemajuan, menegakkan kebenaran, memerangi kejahatan, membenci keburukan dan menumpas kebatilan.

2. Orang Lain Merasakan Faedahnya
Kedua, orang lain merasakan faedahnya. Selain menikmati kebenaran ajaran dan kebaikan umatnya, golongan lain juga merasakan faedahnya dari kebenaran, kebaikan dan kemajuan Islam. Kemajuan yang diraih umat Islam dalam lapangan atau aspek apa saja terasa faedahnya oleh golongan non-Islam. Misalnya, dunia ilmu pengetahuan kini memakai angkat 0,1 sampai 9. Angka yang digunakan oleh dunia internasional ini disebut angka Arab, yang nota-bene adalah Islam, dan manusia seluruh dunia kini menggunakannya. Umat manusia merasakan faidahnya. Inilah bukti dari Islam sebagai rahmatan lil ’alamin. Dunia ilmu pengetahuan mengenal ilmu kimia (kimiyya), aljabar, ilmu falak (ilmu perbintangan atau astronomi), ilmu kedokteran yang dirintis Ibnu Sina (Barat: Avoreis) ilmu kelautan atau navigasi dan sebagainya. Ilmu-ilmu ini, pada awal perkembangannya, dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim. Inilah bukti dari Islam sebagai rahmatan lil ’alamin. Orang lain merasakan faedahnya. Silahkan menyebutkan contoh-contoh lain yang sangat banyak dalam aspek-aspek kehidupan yang lain yang telah dirintis, dicapai dan dikembangkan oleh kaum Muslimin.

3. Orang Lain Terangkat Martabatnya
Ketiga, orang lain terangkat martabatnya. Bukti lain yang harus terwujud dari konsep Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin adalah orang lain terangkat martabatnya. Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi dan memperjuangkan kebenaran, menyuguhkan kebaikan dan mendorong kemajuan harus turut mengangkat martabat orang-orang yang berada di lingkungannya, yaitu lingkungan pengaruh dan kekuasaannya. Misalnya, kisah Bilal bin Rabbah, budak hitam yang diperjualbelikan oleh kafir Quraisy kemudian menjadi orang penting Rasulullah s.a.w SAW setelah dia masuk Islam. Kisah Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah yang kalah di pengadilan oleh seorang Yahudi biasa yang mencuri baju besi dan kisah seorang Yahudi yang melapor pada Khalifah Umar dan khalifah memecat Gubernur Syam karena menggusur rumah si Yahudi tersebut. Kisah ini mengangkat derajat kemanusiaan non-Muslim karena hukum yang adil melindunginya dari ketidakadilan.

4. Siapapun Sangat Membutuhkannya
Ciri keempat Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin adalah siapapun sangat membutuhkannya. Islam tidak eksklusif hanya diperuntukkan untuk umat Islam sendiri tapi untuk seluruh manusia di muka bumi. Muhammad pun diutus sebagai nabi dan rasul terakhir (khatamun nabiyyin, penutup para nabi) untuk umat manusia sampai akhir zaman. Ajaran Islam yang luhur dan agung, harus dirasakan dan dibutuhkan oleh siapapun di muka bumi ini, oleh orang Islam sendiri dan oleh golongan lain bahkan oleh orang yang tidak beragama sekalipun. Islam belum menjadi rahmat bagi lingkungan bila golongan lain tidak membutuhkannya. Pada aspek ini, harus diakui, umat Islam belum menunjukkan bukti dan kualitasnya. Secara norma, konsep dan ajaran, Islam itu tinggi, agung dan mulia: Al-Islamu ya’lu wa la yu’la alaih, tapi belum dibuktikan atau ditunjukkan oleh umatnya. Yang terjadi sekarang ini malah sebaliknya. Bukan umat Islam yang dibutuhkan, tapi kita membutuhkan kemajuan Barat. Kita membutuhkan dana pembangunan, membutuhkan bantuan ekonomi, membutuhkan utang, membutuhkan kemajuan pendidikan, kemajuan ilmu pengetahuan dan tekologi yang datang dari Barat. Di beberapa belahan bumi, umat Islam masih identik dengan kemiskinan, ketertinggalan, kekurangan dan kelaparan. Selama situasi ini belum terbalik, orang lain belum membutuhkan kita, berarti kita belum mewujudkan bukti Islam itu rahmat bagi sekalian alam.

5. Tak Satu Pun Orang yang Merasa Tidak Terbantu Olehnya
Terakhir, bukti rahmat bagi sekalian alam adalah semua orang harus merasa terbantu oleh Islam. Keagungan Islam harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, dalam akhlak dan prestasi sehari-hari, membawa kebaikan dan kemajuan, sehingga golongan lain, siapapun, merasa terbantu oleh kemajuan Islam tersebut. Bukti ini misalnya pernah dibuktikan oleh Islam pada masa The Golden Age. Perkembangan ilmu pengetahuan seperti matematika, fisika, kimia, kedokteran, astronomi dan lain-lain yang kini lebih maju di Barat berasal dari kemajuan yang dicapai oleh dunia Islam yaitu oleh para ilmuwan seperti oleh Khawarizmi, al-Kindi, Kimiyya, Ibnu Sina dan lain-lain. Kini, semua orang di muka bumi ini, merasakan akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan itu, seperti kemudahan, kepraktisan, kecepatan dan seterusnya.[]

Advertisement

6 Responses to "Konsep Dasar Penyebaran Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin"

assalammu’alaikum
saya cuma mau tanya apakah islam yang sekarang masih rahmatan lil’alamin….? padahal rahmatan lilmuslimin aja masih diragukan.., kita sering melihat banyak golongan-golongan yang memproklamirkan bahwa dia benar dan berlainan dengan dia dianggapnya salah…
wassalam

Yang dimaksud Islam sebagai Rahmatan Lil “Alamin itu lebih mengacu pada ajaran Islam (Syari’at Islam) atau ke Orang Islamnya?
Kalau menurut aku, lebih mengacu ke ajaran (Syari’at) Islamnya, ketika itu diterapkan oleh individu2 muslim, masyarakat dan negara.
Ketika individu2 muslim itu melaksanakan syariat islam yang di bebankan kepadanya / berakhlak islami, masyarakatnya juga islami, negaranya juga islami maka:
Orang Lain Ikut Menikmatinya
Orang Lain Merasakan Faedahnya
Orang Lain Terangkat Martabatnya
Siapapun Sangat Membutuhkannya
Tak Satu Pun Orang yang Merasa Tidak Terbantu Olehnya

keren boss , semoga ane bisa menunjukkan bahwa Islam itu benar-benar rahmatan lil alamin .. :D

keren boss , semoga ane bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Islam itu benar-benar rahmatan lil alamin .. :D

[...] Konsep Dasar Penyebaran Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin December 2007 4 comments 5 [...]

Menurut saya penjelasan di atas terlalu sempit tapi termasuk bagian yang benar.

Bicara alam semesta maka isinya tidak hanya manusia di bumi ini. Tetapi Bumi, bulan matahari, galaksi-galaksi adalah bagian dari alam semesta. Jadi makna rahmatan lil aalamiin itu sangat besar. Dan islam sebagai sarana sebenarnya mampu menjangkau seluruh alam. Al quran adalah petunjuk bagi seluruh alam, maka islam akan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Jika di alam ini ada miliaran bumi-bumi lain dan mereka juga memeluk islam, maka kita ini bagian dari mereka. Adakan makhluk melata di bumi dan dilangit menurut alquran? Jadi yang membawa rahmat itu adalah islamnya jika dijalanakan dengan benar oleh seluruh makhluk Allah di alam semesta ini. Jangan bepikir bahwa di alam ini hanya ada kita manusia di bumi?

Penelitian ilmiah membuktikan bila kita berakhlak baik maka air, tumbuhan, hewan disekeliling kita akan menjadi baik. Simak penelitian dampak ucapan dan doa terhadap air yang dilakukan oleh ilmuan Jepang. Jadi sangat mudah dijelaskan bila mayoritas (tidak usah semualah) makhluk Allah di alam semesta ini berakhlak baik maka alam semesta ini akan ikut baik pula. karenanya menjadi rahmat bagi mereka juga (alam semesta)

Jjadi kalau melihat kita di Bumi sebenarnya kita bisa mempengaruhi cuaca (angin, hujan, petir, banjir) mungkin termasuk gunung berapi bisa kita kendalikan dengan akhlak mayoritas penduduk lokal. Bukan Allah berfirman bahwa musibah bisa datang karena akhlak suatu negeri yang rusak seperti kaum ‘Ad?

Bila ada pertanyaan kita akan diskusikan lebih rinci…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • ahmad: syukran atas artikelnya... sy ingin tanya doa apa yg bisa dibaca agar proses melahirkan berjalan lancar.... syukran
  • Zamah Saari: Menurut saya penjelasan di atas terlalu sempit tapi termasuk bagian yang benar. Bicara alam semesta maka isinya tidak hanya manusia di bumi ini. T
  • rizki: rizky. trimakasi uda di kasi tips.moga2 bs slsai nie mslh/soaly uda di ujung tanduk.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.