Posted by: Moeflich on: December 15, 2007
Tentang kriteria seorang pemimpin yang dicanangkan, atau yang disyaratkan dalam sebuah pemilihan, atau dalam sebuah lembaga, biasa adalah memiliki visi, misi, transparan, aspiratif, antikorupsi dan sebagainya. Itu semua tidak salah, itu semuanya harus. Tapi, semua itu lebih menyangkut pada kualitas dirinya sendiri, tidak langsung fungsinya terhadap anak buahnya. Selain menyangkut kualitas dirinya, di bawah ini adalah persyaratan bahwa seorang pemimpin harus memiliki lima kemampuan yaitu pager, marmer, angger, beubeur, liter. Lima syarat kemampuan ini lebih kepada fungsi dan tanggungjawab soerang pemimpin kepada anak buahnya.
a
1. Pager (Perlindungan)
Syarat pertama seorang pemimpin adalah pager. Pager atau pagar adalah simbol batas sekaligus juga simbol perlindungan. Pagar rumah berarti batas rumah dan perlindungan rumah dari gangguan-gangguan luar. Pemimpin harus jadi menjadi pagar atau pelindung bagi anggotanya, masyarakatnya, rakyatnya. Pagar dari seorang pemimpin adalah keberaniannya, kekuatannya dan rasa tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Pemimpin harus bisa mengayomi, menjaga dan melindungi anggota dan anak buahnya dari apa saja yang mengganggu, merugikan dan mencelakakan. Banyak pemimpin tidak melaksanakan fungsi pager ini. Bila seorang calon pemimpin tidak mampu berfungsi sebagai pagar seharusnya jangan dipilih, dan bila pemimpin yang sudah terpilih tidak mampu berfungsi sebagai pagar, ya mundur saja sebagai pemimpin daripada jama’ah atau anak buahnya tidak aman, tidak nyaman dan tidak mendapat perlindungan.
2. Marmer (Modal)
Syarat kedua seorang pemimpin adalah marmer. Marmer adalah bahan baku bangunan yang mahal. Marmer adalah simbol kemewahan. Marmer pada pemimpin adalah modal yang kuat, kekayaan, wibawa, kharisma, pengaruh, penampilan yang meyakinkan dan sebagainya. Agar berwibawa dan dihormati, pemimpin harus memiliki itu semua. Tentang bahwa pemimpin harus sederhana, kesederhanaan itu pada sikap mentalnya bukan pada kenyataannya. Kenyataannya harus kaya, tapi sikap mentalnya harus tetap sederhana, baru itu benar. Kalau pemimpin tidak memiliki modal kuat, tidak kaya, akan berpengaruh kepada kewibawaannya, jadi kurang berwibawa dan kurang dihormati. Nabi Muhammad SAW itu bukan miskin, justru sebaliknya, sangat kaya tapi dengan sikap mentalnya yang kaya juga. Karena kekayaan sikap mentalnya itulah, dengan mudah beliau mengendalikan nafsu kekayaan materialnya dengan tidak ingin memilikinya selain sekadar keperluannya. Beliau pernah mengatakan bahwa kalau mau, beliau bisa berdo’a kepada Allah SWT merubah gunung jadi emas, tapi tidak beliau lakukan. Kata beliau, buat apa? Kemudian, beliau juga pernah ditawari kekayaan yang berlimpah oleh para kafir Quraisy dengan catatan agar menghentikan dakwah Islamnya. Itu pun beliau tolak. Mengapa Rasulullah s.a.w SAW mampu menolak tawaran-tawaran kekayaan sebagai suap kepadanya? Karena beliau sendiri sudah sangat kaya. Beliau sangat dekat dengan pemilik kekayaan langit dan bumi. Kalau mau tinggal minta kepada Allah SWT, apa saja, pasti dikabulkan. Tapi tidak beliau lakukan karena mental kayanya itu. Dalam pengertian, kekayaan yang ditawarkan manusia itu kecil sekali bila dibandingkan dengan kakayaan yang dimiliki Nabi yang tinggal diminta kepada Allah SWT itu.
3. Angger (Konsisten)
Angger artinya tetap. Angger adalah simbol konsistensi. Pemimpin itu harus konsisten, teguh pendirian, tetap dalam prinsip dan tidak berubah-rubah. Pemimpin yang tidak konsisten apalagi tidak memiliki prinsip adalah pemimpin yang buruk bahkan tidak pantas jadi pemimpin. Konsistensi akan membuat pemimpin dihormati, dihargai dan tidak sembarangan orang memperlakukannya.
4. Beubeur (Mengikat)
Beubeur adalah ikat pinggang. Ini adalah simbol ikatan. Pemimpin harus bisa mengikat bawahannya dengan aturan, pembagian tugas, tata tertib, kepantasan, penempatan orang dan lain-lain dengan tepat dan benar. Dalam rangka ini, pemimpin harus menguasai aturan, menjalankan aturan dan mencontohkan sikap konsisten terhadap aturan, baru kemudian menerapkannya kepada anak buah. Bila tidak ada aturan yang mengikat, apalagi dan pemimpin tidak mencontohkannya, jama’ah atau organisasi akan kacau, berantakan dan bubar.
5. Liter (Mensejahterakan)
Terakhir, pemimpin harus memiliki liter. Liter adalah simbol jaminan kesejahteraan. Pemimpin harus mensejahterakan rakyatnya, jama’ahnya, memperhatikan kebutuhannya, mendermakan rizki pada bawahannya. Bila hanya aturan, perintah dan pekerjaan yang diperintahkan tidak akan membawa hasil yang maksimal bila kesejahteraan jama’ah tidak diperhatikan, jika kemakmuran rakyat tidak diperjuangkan. Maka, liter adalah syarat kemampuan pemimpin yang harus dimiliki. Ia harus konsern dengan perut atau kebutuhan dasar jama’ahnya, rakyatnya. Bahkan, liter ini adalah bisa menjadi basis dari yang lain-lainnya bila, kebetulan, kondisi jama’ahnya kekurangan secara ekonomi. Pemimpin yang baik dan sukses adalah pemimpin yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.[]